Kamis, 05 Oktober 2017

Rute Terbaik

Bukannya setiap perjalanan kita yang telah kita pilih semuanya terbaik? Tidak ada yang perlu disalahkan dari seluruh jalan yang diterima saat ini, mungkin kali ini dan seterusnya harus lebih belajar dan belajar lagi untuk ikhlas dengan segala kondisinya. Dari seluruh tahun yang telah dipenuhi selama hampir 4th bersama dan diakhir tahun ini kami sangat amat kehilangan, ya kehilangan berharga yang bahkan kami tidak pernah tau mengapa dan apa yang sebenarnya terjadi. Beberapa bulan ini dia menghilang secara misterius, entah kami yang bersalah atau ada hal lain yang ditutupi selama beberapa waktu tidak saling berjumpa, dan situasi ini membuat kami merasa bersalah, sangat amat bersalah.
            Kesekian kali terjadi pertengkaran yang bermula hanya dengan diam, ya diam. Diam yang tidak memberitahukan kalo dia atau kami tidak baik-baik saja, diam yang mungkin menyalahkan kami dan kami menyalahkan dia, terlalu banyak spekuali tentang arti kata “diam”. Sejauh yang saya pelajari dan saya jalani saya sangat amat membenci kata “diam” yang tidak pernah menyelesaikan masalah dan tidak pernah memberikan penjelasan berarti dengan semua tingkah laku. Berkali-kali kami meminta maaf dan bahkan berkali-kali kami mengatakan kalo kami rindu, sangat amat rindu yang entah akan kami apakan sampai nanti. Kalo boleh kami melakukan rute kembali ke tempat awal mungkin kami memilih untuk tetap berkomunikasi seperti sedia kala, memaksa untuk bertemu sampai mungkin kami tidak akan pernah mau mengingatkan anda tentang hal yang tidak anda sukai. Sejauh yang kami lakukan kami hanya ingin yang terbaik, walaupun dimata anda tidak pernah baik, hanya ingin memberikan support terbesar yang kami punya sampai sejauh ini dan kami hanya ingin pertemanan kita menjadi sedia kala. Pertemanan tanpa ada embel-embel iri satu sama lain, pertemanan sehat yang saling memberikan support apabila salah satu dari kita terjatuh dan pertemanan yang tidak mengenal kata gengsi untuk saling membantu jika salah satu dari kita membutuhkan bantuan.
            Jadi? Kami tidak lagi bisa memaksa anda, kami hanya bisa berdoa untuk segala jalan yang anda pilih sekarang. Kami tidak bisa lagi memberikan support terbesar yang kami miliki untuk anda karna anda yang memaksa kami untuk menjauh dari jangkauan atau lingkup dunia anda, dan kami memohon maaf yang tidak tau kapan kami bisa sampaikan langsung kepada anda, maaf kami banyak menyusahkan, maaf kami kadang kekanakan, maaf kami yang selalu membuat rusuh, maaf kami yang terkadang childish menyikapi persoalan dan maaf atas segala kesalahan kami yang mungkin menyakiti anda sampai sejauh dan selama ini. Terimakasih banyak untuk waktu berharga yang telah anda berikan, kami selalu menunggu kabar anda entah dari bumi bagian mana. Semoga …. Anda tetap mengingat & merindukan kami, seperti kami yang terlalu merindukan anda.

Mungkin ini rute terbaik buat perjalanan kita, semoga di rute yang lain dari masing-masing bagian anda tetap mengingat kami.

P.s: (shinee - 6.23) / (taemin - goodbye)

Selasa, 05 September 2017

Ter-Usik

             Untuk kesekian kalinya dalam 2th terakhir kembali berulang dan terus berulang. Pada akhirnya memang segalanya terselesaikan sampai disini hanya saja, sampai bagian terdalam dan bagian yang entah kenapa bisa muncul dipermukaan segalanya terasa begitu salah. Entah hanya presepsi diri sendiri atau memang semuanya terasa salah. Dari satu sisi mereka sebenarnya yg benar2 peduli entah bagaimana seakan keadaan selesai dan bukan lagi ada dalam bagian diri mereka, hanya terus mensupport kami. Sedangkan disisi lainnya entah merasa menang atau apapun itu tapi seakan keadaan memang miliknya dan menjadi aturan dia. Entah harus memilih untuk berjuang di salah satu sisi atau hanya harus mengikuti alur hingga orang yang memegang sekarang pergi dan mengerti bahwa sebelumnya jauh lebih baik.
            Untuk saya pribadi ini kesekian kali hal yang saya keluhkan, saya katakan berulang kali, dan sejujurnya kami disini sulit untuk sekedar menerima keadaannya. Entah kami yang terlalu terlena dengan segala masa lalu indah kami atau kami yang bersalah karna tidak bisa mempertahankan apa yang kami miliki selama ini. Entah harus mempermasalahkan lagi atau harusnya kami memperbaiki dari 0 (nol) kembali dan membangun segalanya seperti semula. Dari jajaran kami dan juga dari proses yang harusnya dilewati.
            Maaf untuk kali ini saya pribadi belum cukup siap untuk menerima keadaan, maaf saya belum bisa untuk sekedar mengajarkan proses yang sangat jauh berbeda dari apa yang saya lewati dan maaf untuk kali ini saya belum siap untuk sekedar berbuat baik atau mencoba bersikap lebih baik didepan kalian semua. Karna saya tetap saya yang seperti ini, dan saya adalah saya yang belum sepenuhnya mengerti apa yang terjadi karna keadaan yang memaksa saya tidak bisa terlibat lebih jauh saat semua permasalahan terjadi. Sekali lagi hanya permintaan maaf yang bisa saya sampaikan.

Kamis, 03 Agustus 2017

DEMOTIVATED

Untuk pertama kali dalam 7 tahun terakhir bagian tersulit dari menerima keadaan adalah tidak bisa lagi memotivasi diri sendiri. Bukan lingkungan sekitar yang berubah ataupun sebuah permasalahan yang memaksa untuk berubah tapi diri sendiri yang sulit mengartikan keadaan bahkan memahami apa yang dimau dari diri ini sendiri. Entah seberapa jauh lagi keadaan ini bakal berlangsung, ataupun seberapa lama lagi keadaan ini memaksa menjadi pribadi yang 360 derajat berbeda dari semestinya. Didepan banyak orang kami terlihat sangat amat baik-baik saja tetapi diluar ini kami menjadi sosok yang tidak mengenali dirinya sendiri. Entah harus menyalahkan keadaan yang tidak memahami kami, menyalahkan diri sendiri yang enggan untuk sekedar berubah ataupun memahami lebih dalam apa yang sebenarnya dibutuhkan.
Mungkin posisi ini harus diakui memang salah karna kami enggan berjuang lebih keras lagi untuk sekedar mau mengerti keadaan, terlalu memikirkan hal-hal sepele yang semestinya tidak harus kami pikirkan dan kami terlalu mudah menyerah untuk melawan ego kami sendiri dengan selalu bermindset “sekarang segalanya tidak baik-baik saja”. Tetapi mungkin ada benarnya dimana pada kenyataanya ada masa dimana posisi tidak selalu diatas, keyakinan tidak selalu diatas bahkan tekad tidak selalu bermindset kalau semuanya akan baik-baik saja. Kami percaya semua rencana dibalik kata “demotivated” adalah kami harus terus meyakini apa yang telah kami lakukan adalah benar, apa yang kami ambil selama ini adalah perjalanan terbaik dan apa yang telah kami lalui dengan banyak perjuangan serta hasil yang kami dapatkan dari perjalanan panjang tersebut adalah hadiah terbaik untuk diri kami sendiri.

 Tidak ada yang salah dengan kehilangan arah tapi secepatnya kami harus menemukan arah kami selanjutnya untuk masa depan kami masing-masing, tidak ada yang bisa disalahkan termasuk diri sendiri terhadap seluruh keadaannya tapi terus yakini diri kalo kita bisa melalui perjalanan ini walaupun dengan banyak persakitannya, dan yang terakhir jangan pernah salahkan diri sendiri ataupun orang seperti kami dalam keadaan terpuruk seperti ini. Bukan kami bermental rendah, ataupun terlalu sulit menerima keadaan tapi mungkin pada saat dititik ini kami hanya memerlukan seseorang untuk sekedar betukar pikiran atau bercerita hal sederhana dari segala hidup kami yang telah kami lalui sebelumnya.

Rabu, 04 Januari 2017

Melewatkan/Merelakan

    Mungkin kita berbeda, semua hal yang kita ungkapkan sejauh ini berbeda. Anda dengan bidang anda yang sangat amat sulit untuk saya capai dan sebaliknya saya dengan dunia yang saya miliki mungkin sulit untuk anda capai. Entah masing-masing dari kita harus saling melewatkan/merelakan segala yang masing-masing kita miliki, untuk paling tidak kita berada pada posisi masing-masing untuk dan saling mengerti satu sama lain. Tapi dari saya, bukan lagi usia saya dan bukan lagi untuk keuntungan saya sendiri untuk melakukan semua hal yang sejauh anda capai. Berada diposisi yang semua orang inginkan dari sebuah hobby dan dibayar untuk hobby tersebut, anda berkali-kali berkata hal yang sama untuk terus lakukan dan maju sampai semua hal sekedar “medali” saya dapatkan lagi dan lagi tapi lebih dari itu saya harus lakukan. Mungkin tanggung jawab saya lebih dari sekedar untuk mendapatkan uang, atau mendapatkan pengakuan. Berbeda dengan anda yang masih harus mencari sebuah kemenangan dan pengakuan yang sampai saat ini blm sepantas yang anda alami sejauh perjalanan yang anda lakuk
         
   Menurut saya pribadi, kami harus sama-sama merelakan apa yang telah terjadi untuk perjalanan selama beberapa tahun yang telah kami jalankan masing-masing. Dari semua perjalanan masing-masing dari kita lakukan, tanggung jawab yang berbedalah yang menjadikan kita menyikapi segala hal mengenai perjalanan ini agar kita mengerti satu sama lain. Saya dengan tanggung jawab untuk tetap berdiri diatas segala hal yang terjadi dan atas segala hal yang terlihat menyakitkan untuk orang lain ketahui, sedangkan anda dengan tanggung jawab mengatas namakan “prestasi” lebih dari sekedar sebuah team melainkan nama anda sendiri dan seberapa jauh prestasi yang dapat anda menangkan atas nama anda sendiri. Semoga perjalanan ini akan tetap menjadi sebuah tanggung jawab yang menyenangkan dari kami, semoga perjalanan ini selalu menjadi jalan yang terbaik dari segala perjalanan yang engkau berikan kepada kami dan semoga kami bisa memberikan hal terbaik yang dapat kami berikan masing-masing.

Setidaknya untuk saat ini dan seterusnya, kami saling mendukung dengan pilihan yang masing-masing kami ambil sebelum adanya pertemuan ini. Terimakasih penyemangat sederhanaJ


Desember, 2016

Selasa, 06 September 2016

TANGGUNG JAWAB

Mungkin untuk sebagian orang berada dititik seperti sekarang merupakan suatu kebanggaan yang sangat amat orang inginkan, dimana selama bertahun-tahun kerja keras ini berbuah manis dan bisa diwujudkan dengan segala konsekuensi yang telah dilewati selama ini menjadi perihal yang membanggakan. Untuk kami disini sama seperti orang-orang diluar sana yang beranggapan titik ini merupakan suatu awal yang indah dan suatu hadiah manis yang bisa kami rasakan. Tetapi nyatanya saat ini semuanya seperti lampu yang redup bahkan mati, kami suka, kami senang, kami bangga tapi …. Haruskah setelah hampir 7th kami tidak bersama lagi melewatinya? Haruskah kalian memilih diantara kami yang harus menggemban tugas itu? Haruskah? Dan jawaban yang dapat kami terima sampai detik ini adalah “ya kalian harus, ada masa dimana semuanya harus kalian lakukan masing-masing tanpa adanya embel-embel team ataupun kebersamaan. Saat ini kalian harus melangkah masing-masing, kalian yang kami anggap lebih baik dari yang lain”
            Nyatanya dari semua jawaban yang diutarakan tidak ada satupun kata yang sanggup membangun kekuatan kami masing-masing. Bahkan setelah berminggu-minggu kami teteap tidak bisa berpikir logis dan selalu bertanya “kenapa harus diantara kita? Kenapa tidak semuanya seperti biasa dan seperti yang sudah direncanakan berbulan-bulan yang lalu?”. Kami tidak akan bisa menjawab, kecuali waktu dan kesempatan ini kami ambil. Akan ada masanya kami merasa semua yang kalian berikan kepada kami belum mampu kami jalankan dengan baik, kami hanya ingin terus belajar, belajar dan belajar sampai kami lelah. Dari tanggung jawab ini bukan kami enggan untuk memberikan yang terbaik kepada kalian hanya saja ….. kami merasa belum mampu menjadi sosok seperti kalian yang menjadi panutan kami, kami takut … takut semuanya tidak berjalan dengan semestinya. Kadang kami merasa semuanya tidak adil dengan memberikan semua masalah yang ada dan kami harus tau semuanya tapi …. Kami sadar, kami telah memasuki titik dimana semuanya akan kami emban bersama. Entah satu demi satu atau seluruhnya dari kami yang akan menggembannya.

Kali ini semua cerita ini … tidak akan pernah mendapatkan solusi terbaik dari kami, sampai detik ini saya hanya berusaha untuk menjadikan tanggung jawab ini menjadi hal yang pasti buat kita. Tapi, sampai saat inipun kami hanya bisa berharap semua embel-embel “masing-masing kemampuan” bisa berubah dengan “kemampuan kalian yang kami butuhkan”.


Akan ada masa dimana seseorang pasti mengemban tanggung jawab entah itu hal yang mudah ataupun sulit, yang pasti lakukan yang terbaik dan terus berikan rasa loyal ketanggung jawab tersebut. Jangan pernah memberikan kebahagiaan palsu yang hanya datang sesaat tapi berikan kebahagiaan yang pasti kepada orang-orang yang memang selalu ada dari awal diri anda. Jgn pernah lupakan rumah utama yang kalian miliki, seburuk-buruknya rumah itu, merekalah yang membantu bahkan mengajarkan banyak hal yang tanpa sadar membentuk karakter kalianJ

Sabtu, 02 Juli 2016

Perihal Rasa

Pengalaman kali ini bukan menggambarkan sebuah perasaan cinta yang indah ataupun soal kekecewaan dicampakkan oleh seseorang tapi perihal rasa yang dalam yang tidak bisa digambarkan betapa seindah dirasakan tapi seburuk yang dirasakan karna bukan anda yang menerimanya. Hal ini muncul karna adanya satu kalimat “sayang” yang entah harus dapat dimengerti oleh orang lain atau tidak dan bagaimanapun ini semua terlampau jauh terjadi ketidak baikkannya. Entah harus menegur ataupun hanya bisa menyaksikan sampai mereka enggan untuk mengatakannya lagi. Mungkin untuk orang seusia saya dan angkatan saya ini terlihat sangat amat sederhana tapi menurut saya pribadi apabila didengar oleh orang yang jauh dibawah saya ini begitu memilukan, walaupun semuanya baru terjadi beberapa bulan ini dan dapat dikatakan wajar oleh orang lain tapi bagaimanapun juga saya dan yang lainnya yakin ada yang tidak menyukainya dan kebenarannya terjadi seperti yang telah diperkirakan.            
Mulanya mungkin saya dan yang lain merasa semuanya baik-baik saja sampai kita sendiri yang menyaksikan dan saya yang terkena imbas yang paling nyata, dan hal ini tidak pernah ada yang mengetahui kecuali orang-orang itu yang membuatnya. Saya ikhlas menerimanya, saya percaya semuanya ada maksud dan tujuannya tapi sekali lagi yang dapat saya tekankan jangan pernah melakukannya lagi ke orang lain. Cukup saya yang menerimanya dan yang merasakan dampak terbesarnya tanpa harus ada yang tau kecuali orang-orang yang melakukannya. Pertanyaan awal muncul ketika terjadi, “kenapa saya yang harus merasakannya?” dan jawaban simple muncul dari mereka “karna kamu yang paling dewasa dan paling mengerti apa maksud dari semua kejadian ini” dan saya menerima jawaban tersebut dan sekali lagi saya ucapkan saya menerima semuanya dengan lapang dada walaupun ada beberapa bagian saya harus menjadi monster karna depresi beberapa saat tapi mungkin itu semua hanya sesaat dan hanya sebagai pelampiasan karna saya tidak bisa menceritakan secara detail bagaimana rasanya. Dan hal tersebut benar-benar harus ditutup rapat-rapat sebagai bagian masa yang harus dilampaui dari semuanya.          
Kembali kepada mereka yang baru merasakannya, ada satu orang yang paling tidak bisa menerimanya sampai enggan untuk kembali berjuang dan memutuskan untuk mengundurkan diri. Tapi semuanya belum sempat terjadi karna kami bisa mengatasinya secara perlahan tanpa diketahui oleh mereka yang melakukan tindakan tersebut. Dan satu pertanyaan muncul begitu saja “kenapa harus sampai melakukan hal tersebut?” dan sampai detik ini jawabannya masih nihil karna kami belum sanggup untuk membahas ini semua. Dan sekali lagi saya hanya bisa berkata sebanyak apapun alasan yang nantinya anda ungkapkan ke kami yang mengerti itu tidak akan pernah cukup untuk menutupi semua kekecewaan yang sudah terjadi. Dan saya tidak pernah mau untuk menutupi apapun lagi, saya dan yang lain kecewa dengan semua perilaku yang terjadi beberapa bulan ini terlebih untuk anak-anak yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya selama ini. Dari kami hanya menginginkan kalian memperilakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan selama di lapangan, terserah jika semuanya dilakukan di luar lapangan nantinya. Jangan pernah membedakan orang-orang yang sudah mempercayai kalian dengan penuh karna seberapapun paksaan untuk seseorang menjadi dewasa dengan cepat tidak pernah bisa digantikan oleh rasa kecewa yang timbul walaupun hanya setitik.

Jumat, 13 Mei 2016

Kenyamanan

 Apasih arti kenyamanan jika pada akhirnya dari kenyamanan itu sendiri yang paling memberikan luka terdalam? Semua org berbondong untuk mendapatkan kenyamanan yang paling nyaman yang bisa dia dapatkan tetapi ... pada akhirnya kenyamanan pulalah yang membuat bimbang semua org. Banyak yg mengalami hal ini ketika kenyamanan menjadi salah satu kunci untuk tidak melepaskan apa yang telah dimiliki sejauh dan sebanyak ini. tapi pilihan kami berbeda saya harus melepaskan apa yg namanya kenyamanan karna situasi yang memaksanya, sangat sulit untuk menemukan kenyamanan baru di tempat baru lagi, berbeda dengan rekan saya yang pada akhirnya memilih untuk bertahan terhadap apa yang telah dia lakukan selama 3th ini, bukan karna dia tidak ingin mendapatkan yang lebih baik tapi dia percaya kenyamanan itulah yang membuat hal lebih selama dia bertanding untuk 3th ini. dia yakin ada hasil yang paling baik yang bisa dia dapatkan sejauh 3th ini setelah banyak hal sakit yang dia lakukan sebelum ini semua berjalan dengan indah walaupun masih banyak hal yang harus dipelajari.
 Berbeda dengan saya yang masih harus terus mencari dan mencari kenyamanan itu sampai pada akhirnya saya akan berkata ini semua lebih dari cukup. mungkin saya tidak bisa memutar keadaan dimana saya tidak harus pegi saat itu, tapi keadaan memang memaksa dan saya tidak pernah berhasil semua ini merassa lebih baik di tempat yang berbeda disini dan selama 3th ini. selamat yang telah menemukan kenyamanan itu sekarang, jgn pernah merusak apa itu kenyamanan dan untuk yg blm menemukan kenyamaan itu, percayalah suatu saat segala sesuatunya berubah sesuai dengan kehendak Allah dan sesuai dengan jalan yang terbaik yang telah ditunjukkan