Rabu, 04 Januari 2017

Melewatkan/Merelakan

Mungkin kita berbeda, semua hal yang kita ungkapkan sejauh ini berbeda. Anda dengan bidang anda yang sangat amat sulit untuk saya capai dan sebaliknya saya dengan dunia yang saya miliki mungkin sulit untuk anda capai. Entah masing-masing dari kita harus saling melewatkan/merelakan segala yang masing-masing kita miliki, untuk paling tidak kita berada pada posisi masing-masing untuk dan saling mengerti satu sama lain. Tapi dari saya, bukan lagi usia saya dan bukan lagi untuk keuntungan saya sendiri untuk melakukan semua hal yang sejauh anda capai. Berada diposisi yang semua orang inginkan dari sebuah hobby dan dibayar untuk hobby tersebut, anda berkali-kali berkata hal yang sama untuk terus lakukan dan maju sampai semua hal sekedar “medali” saya dapatkan lagi dan lagi tapi lebih dari itu saya harus lakukan. Mungkin tanggung jawab saya lebih dari sekedar untuk mendapatkan uang, atau mendapatkan pengakuan. Berbeda dengan anda yang masih harus mencari sebuah kemenangan dan pengakuan yang sampai saat ini blm sepantas yang anda alami sejauh perjalanan yang anda lakukan.
         
   Menurut saya pribadi, kami harus sama-sama merelakan apa yang telah terjadi untuk perjalanan selama beberapa tahun yang telah kami jalankan masing-masing. Dari semua perjalanan masing-masing dari kita lakukan, tanggung jawab yang berbedalah yang menjadikan kita menyikapi segala hal mengenai perjalanan ini agar kita mengerti satu sama lain. Saya dengan tanggung jawab untuk tetap berdiri diatas segala hal yang terjadi dan atas segala hal yang terlihat menyakitkan untuk orang lain ketahui, sedangkan anda dengan tanggung jawab mengatas namakan “prestasi” lebih dari sekedar sebuah team melainkan nama anda sendiri dan seberapa jauh prestasi yang dapat anda menangkan atas nama anda sendiri. Semoga perjalanan ini akan tetap menjadi sebuah tanggung jawab yang menyenangkan dari kami, semoga perjalanan ini selalu menjadi jalan yang terbaik dari segala perjalanan yang engkau berikan kepada kami dan semoga kami bisa memberikan hal terbaik yang dapat kami berikan masing-masing.

Setidaknya untuk saat ini dan seterusnya, kami saling mendukung dengan pilihan yang masing-masing kami ambil sebelum adanya pertemuan ini. Terimakasih penyemangat sederhanaJ


Desember, 2016

Selasa, 06 September 2016

TANGGUNG JAWAB

Mungkin untuk sebagian orang berada dititik seperti sekarang merupakan suatu kebanggaan yang sangat amat orang inginkan, dimana selama bertahun-tahun kerja keras ini berbuah manis dan bisa diwujudkan dengan segala konsekuensi yang telah dilewati selama ini menjadi perihal yang membanggakan. Untuk kami disini sama seperti orang-orang diluar sana yang beranggapan titik ini merupakan suatu awal yang indah dan suatu hadiah manis yang bisa kami rasakan. Tetapi nyatanya saat ini semuanya seperti lampu yang redup bahkan mati, kami suka, kami senang, kami bangga tapi …. Haruskah setelah hampir 7th kami tidak bersama lagi melewatinya? Haruskah kalian memilih diantara kami yang harus menggemban tugas itu? Haruskah? Dan jawaban yang dapat kami terima sampai detik ini adalah “ya kalian harus, ada masa dimana semuanya harus kalian lakukan masing-masing tanpa adanya embel-embel team ataupun kebersamaan. Saat ini kalian harus melangkah masing-masing, kalian yang kami anggap lebih baik dari yang lain”
            Nyatanya dari semua jawaban yang diutarakan tidak ada satupun kata yang sanggup membangun kekuatan kami masing-masing. Bahkan setelah berminggu-minggu kami teteap tidak bisa berpikir logis dan selalu bertanya “kenapa harus diantara kita? Kenapa tidak semuanya seperti biasa dan seperti yang sudah direncanakan berbulan-bulan yang lalu?”. Kami tidak akan bisa menjawab, kecuali waktu dan kesempatan ini kami ambil. Akan ada masanya kami merasa semua yang kalian berikan kepada kami belum mampu kami jalankan dengan baik, kami hanya ingin terus belajar, belajar dan belajar sampai kami lelah. Dari tanggung jawab ini bukan kami enggan untuk memberikan yang terbaik kepada kalian hanya saja ….. kami merasa belum mampu menjadi sosok seperti kalian yang menjadi panutan kami, kami takut … takut semuanya tidak berjalan dengan semestinya. Kadang kami merasa semuanya tidak adil dengan memberikan semua masalah yang ada dan kami harus tau semuanya tapi …. Kami sadar, kami telah memasuki titik dimana semuanya akan kami emban bersama. Entah satu demi satu atau seluruhnya dari kami yang akan menggembannya.

Kali ini semua cerita ini … tidak akan pernah mendapatkan solusi terbaik dari kami, sampai detik ini saya hanya berusaha untuk menjadikan tanggung jawab ini menjadi hal yang pasti buat kita. Tapi, sampai saat inipun kami hanya bisa berharap semua embel-embel “masing-masing kemampuan” bisa berubah dengan “kemampuan kalian yang kami butuhkan”.


Akan ada masa dimana seseorang pasti mengemban tanggung jawab entah itu hal yang mudah ataupun sulit, yang pasti lakukan yang terbaik dan terus berikan rasa loyal ketanggung jawab tersebut. Jangan pernah memberikan kebahagiaan palsu yang hanya datang sesaat tapi berikan kebahagiaan yang pasti kepada orang-orang yang memang selalu ada dari awal diri anda. Jgn pernah lupakan rumah utama yang kalian miliki, seburuk-buruknya rumah itu, merekalah yang membantu bahkan mengajarkan banyak hal yang tanpa sadar membentuk karakter kalianJ

Sabtu, 02 Juli 2016

Perihal Rasa

Pengalaman kali ini bukan menggambarkan sebuah perasaan cinta yang indah ataupun soal kekecewaan dicampakkan oleh seseorang tapi perihal rasa yang dalam yang tidak bisa digambarkan betapa seindah dirasakan tapi seburuk yang dirasakan karna bukan anda yang menerimanya. Hal ini muncul karna adanya satu kalimat “sayang” yang entah harus dapat dimengerti oleh orang lain atau tidak dan bagaimanapun ini semua terlampau jauh terjadi ketidak baikkannya. Entah harus menegur ataupun hanya bisa menyaksikan sampai mereka enggan untuk mengatakannya lagi. Mungkin untuk orang seusia saya dan angkatan saya ini terlihat sangat amat sederhana tapi menurut saya pribadi apabila didengar oleh orang yang jauh dibawah saya ini begitu memilukan, walaupun semuanya baru terjadi beberapa bulan ini dan dapat dikatakan wajar oleh orang lain tapi bagaimanapun juga saya dan yang lainnya yakin ada yang tidak menyukainya dan kebenarannya terjadi seperti yang telah diperkirakan.            
Mulanya mungkin saya dan yang lain merasa semuanya baik-baik saja sampai kita sendiri yang menyaksikan dan saya yang terkena imbas yang paling nyata, dan hal ini tidak pernah ada yang mengetahui kecuali orang-orang itu yang membuatnya. Saya ikhlas menerimanya, saya percaya semuanya ada maksud dan tujuannya tapi sekali lagi yang dapat saya tekankan jangan pernah melakukannya lagi ke orang lain. Cukup saya yang menerimanya dan yang merasakan dampak terbesarnya tanpa harus ada yang tau kecuali orang-orang yang melakukannya. Pertanyaan awal muncul ketika terjadi, “kenapa saya yang harus merasakannya?” dan jawaban simple muncul dari mereka “karna kamu yang paling dewasa dan paling mengerti apa maksud dari semua kejadian ini” dan saya menerima jawaban tersebut dan sekali lagi saya ucapkan saya menerima semuanya dengan lapang dada walaupun ada beberapa bagian saya harus menjadi monster karna depresi beberapa saat tapi mungkin itu semua hanya sesaat dan hanya sebagai pelampiasan karna saya tidak bisa menceritakan secara detail bagaimana rasanya. Dan hal tersebut benar-benar harus ditutup rapat-rapat sebagai bagian masa yang harus dilampaui dari semuanya.          
Kembali kepada mereka yang baru merasakannya, ada satu orang yang paling tidak bisa menerimanya sampai enggan untuk kembali berjuang dan memutuskan untuk mengundurkan diri. Tapi semuanya belum sempat terjadi karna kami bisa mengatasinya secara perlahan tanpa diketahui oleh mereka yang melakukan tindakan tersebut. Dan satu pertanyaan muncul begitu saja “kenapa harus sampai melakukan hal tersebut?” dan sampai detik ini jawabannya masih nihil karna kami belum sanggup untuk membahas ini semua. Dan sekali lagi saya hanya bisa berkata sebanyak apapun alasan yang nantinya anda ungkapkan ke kami yang mengerti itu tidak akan pernah cukup untuk menutupi semua kekecewaan yang sudah terjadi. Dan saya tidak pernah mau untuk menutupi apapun lagi, saya dan yang lain kecewa dengan semua perilaku yang terjadi beberapa bulan ini terlebih untuk anak-anak yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya selama ini. Dari kami hanya menginginkan kalian memperilakukan semua orang dengan setara tanpa adanya perbedaan selama di lapangan, terserah jika semuanya dilakukan di luar lapangan nantinya. Jangan pernah membedakan orang-orang yang sudah mempercayai kalian dengan penuh karna seberapapun paksaan untuk seseorang menjadi dewasa dengan cepat tidak pernah bisa digantikan oleh rasa kecewa yang timbul walaupun hanya setitik.

Jumat, 13 Mei 2016

Kenyamanan

 Apasih arti kenyamanan jika pada akhirnya dari kenyamanan itu sendiri yang paling memberikan luka terdalam? Semua org berbondong untuk mendapatkan kenyamanan yang paling nyaman yang bisa dia dapatkan tetapi ... pada akhirnya kenyamanan pulalah yang membuat bimbang semua org. Banyak yg mengalami hal ini ketika kenyamanan menjadi salah satu kunci untuk tidak melepaskan apa yang telah dimiliki sejauh dan sebanyak ini. tapi pilihan kami berbeda saya harus melepaskan apa yg namanya kenyamanan karna situasi yang memaksanya, sangat sulit untuk menemukan kenyamanan baru di tempat baru lagi, berbeda dengan rekan saya yang pada akhirnya memilih untuk bertahan terhadap apa yang telah dia lakukan selama 3th ini, bukan karna dia tidak ingin mendapatkan yang lebih baik tapi dia percaya kenyamanan itulah yang membuat hal lebih selama dia bertanding untuk 3th ini. dia yakin ada hasil yang paling baik yang bisa dia dapatkan sejauh 3th ini setelah banyak hal sakit yang dia lakukan sebelum ini semua berjalan dengan indah walaupun masih banyak hal yang harus dipelajari.
 Berbeda dengan saya yang masih harus terus mencari dan mencari kenyamanan itu sampai pada akhirnya saya akan berkata ini semua lebih dari cukup. mungkin saya tidak bisa memutar keadaan dimana saya tidak harus pegi saat itu, tapi keadaan memang memaksa dan saya tidak pernah berhasil semua ini merassa lebih baik di tempat yang berbeda disini dan selama 3th ini. selamat yang telah menemukan kenyamanan itu sekarang, jgn pernah merusak apa itu kenyamanan dan untuk yg blm menemukan kenyamaan itu, percayalah suatu saat segala sesuatunya berubah sesuai dengan kehendak Allah dan sesuai dengan jalan yang terbaik yang telah ditunjukkan

Kamis, 17 Desember 2015

Organisasi ke-MAHA-siswaan



Apasih organisasi kemahasiswaan? Katanya orang yang masuk organisasi kemahasiswaan itu punya pola pikir yang hebat dan bisa berfikir jauh kedepan. Tapi nyatanya? Gak semua orang bisa berfikir seperti itu, gak semua orang juga mampu atau sanggup ngejalanin semua perjalanan berat di organisasi. Kata siapa enak masuk organisasi? Kata siapa juga yang masuk organisasi bakal jadi POPULER? HAHA nyatanya itu semua gak ada. Ada beberapa hal yang menyedihkan dari organisasi dari waktu tidur yang kurang, waktu main yang mau gak mau dipake buat rapat dan waktu belajar yang diambil sedikit buat urus perihal ini itu ke rektorat. Tapi dari semua keluh kesah organisasi cuman satu hal yang sampe detik ini disayangkan, kurangnya jiwa kepemimpinan ke setiap anggotanya. Maksudnya disitu tanggung jawab yang awal mula dipertanyakan disetiap wawancara masuk organisasi malah NOL PERSEN dijalankan, kenapa? Ada yang beranggapan ya hanya sekedar yaudah udah diambil sama yang lain, atau ada juga yang memang enggan untuk melakukannya.
            Kalo saya pribadi masalah utama yang sampai saat ini dibebankan hanya pergerakan, pergerakan NOL, talk more action less kalo pepatahnya wkwkw. Menyedihkan bukan? IYAAA SANGAAAT!! Kenapa bisa terjadi? Entah apa yang membuat semua ini terjadi, widya bahkan gak paham dengan apa yang berjalan atau lebih tepatnya gak ada yang berjalan? HAHA. Saya memang bukan orang yang pintar di angkatan apalagi dikampus tapi .... paling enggak widya selalu mencoba untuk melakukan apapun yang bisa widya lakukan. Beberapa waktu lalu sempat di kasih pukulan keras buat teman2 organisasi, yaitu soal kelegalan dan soal kejelasan status. Kita gak diakuiin sama jurusan yang harusnya nauing kita semua, kita gak legal dan kita gak dianggep disini, disingkirkan perlahan HAHA lebaykan? Tapi kenyataannya.
            Tapi dari semua rasa sakit itu lebih sakit adalah ketika pemimpin yang dari awal kita anggap mampu malah bertolak belakang, memang dia mengusahakan tapi ... apa yang diusahakan bila akhirnya melawan dan bertolak belakang dgn yang seharusnya diambil. 6 bulan berlalu begitu saja, ada memang 2 proker yang memang kita paksa berjalan walaupun bukan lagi atas nama HM .... tapi apa bakal selamanya kita mengandalkan mereka-mereka yang seharusnya bukan ranah untuk terus ngurus kita? Enggakkan? Malu woy malu HAHA. Terus dari semua itu memang tercetus keputusan yg didenger jadi angin segar lagi, lalu? Setelahnya setiap ditanyakan soal kejelasan kelanjutan apa ada reaksi? NOL BESAR cuman omongan. Lanjut-lanjut ke titik tiba-tiba ada petir lagi disiang bolong, orang yang katanya sebagai pemimpin bilang kalo dia mau balik lagi, mau benerin lagi, dan yang paling orang bilang dia GILA adalah ketika dia bilang “apabila ada dari anggota aktif yang sudah tidak bersedia lagi membantu silahkan mengundurkan diri dan memberikan surat pengunduran diri kepada saya” siapa lo? Tuhan? HAHA
            Dari semuanya apa sih pelajaran yang bisa diambil? Tarik garis kesimpulan dari semuanya, organisasi bukan melulu soal berkuasa ataupun yang paling jago di jurusan itu. Organisasi itu yang mewadahi aspirasi masyarakat dari jurusan itu, selain itu loyalitas itu gak bisa hanya dibuktikan dengan secarik kertas menyatakan saya siap melanjutkan kerja atau bla bla bla .... bukan soal itu semua, loyalitas itu gimana kalian bekerja selama ini dan sebaik mungkin yang bisa kalian lakuiin dan bisa menghasilkan sesuatu buat orang banyak, tanpa pamrih dan tanpa kenal lelah, lelah dan mengeluh dalam suatu pekerjaan itu boleh, boleh banget kok kita semua manusia ada rasa dimana memang kita jenuh dan lelah dengan semua hal tapi ingat jgn terlalu lama karena orang organisasi itu orang yang bersedia mengambil sebagian waktunya buat ngebantu orang lain.
Note --> pesan kami semua anggota aktif himpunan angkatan berapapun kami, kami gak pernah mau semua hal bergerak dengan 1 angkatan aja. Kami mau semuanya bergerak seirama dan senada, kami mau semua berjalan dengan baik dan tidak ada yang saling menjatuhkan, kami juga gak mau anda mundur, tapi tolong perbaiki cara anda memimpin kami. Beri bukti nyata apa yang dapat anda lakukan untuk HM dan jurusan ini, beri kami kebebasan untuk bersuara dan untuk didengar oleh anda dan yang terakhir tolong jgn samakan keloyalan kami selama dan sejauh ini dengan secarik surat yang menyakitkan buat kami. terimaksih

Kamis, 29 Oktober 2015

Kembali?



Ada beberapa hal yang memang mau tidak mau, suka atau tidak suka kembali. Ya, kembali ... kembali ditempat yang sama dengan berbagai cerita dan kisah yang jauh berbeda, saling melengkapi dan memperbaiki dari ulasan yang pernah ada bahkan yang terjadi selanjutnya. Entah berapa kali mengatakan hal yang sama “sejauh apapun kalian kakak yakin pasti akan kembali ketempat yang sama” atau kalimat “sepait-paitnya yang terjadi pasti kalian gak mau yang lain merasakan hal berat yang kalian rasaiin dulu” ya!! Jawabannya ya, selalu seperti itu. Saling melindungi satu sama lain, enggak memberikan kenangan terpahit yang pernah ada sampai menyuarakan untuk tetap bertahan dalam hal apapun untuk kedepannya sampai badai berlalu.
            Ke topik “kembali?” ya seseorang sempat mengatakan untuk “tahun depan saatnya kalian yang menggantikan posisi kami untuk berjuang lebih dan mengajarkan hal lebih” memang benar harus seperti itu entah memang rasa tanggung jawab yang dibebankan ataupun memang hanya sebatas enggan untuk menjauh dari semua kenyamanan yang disebut “keluarga” tapi satu hal yang pasti kami belum siap, ya kami belum siap. Kami bukan pecundang yang menyerah sebelum medan perang berlangsung tapi ada satu dua hal yang memang kami bisa katakan kami belum siap untuk ketahap selanjutnya, walaupun kalian percaya sepenuhnya kepada kami untuk kembali secepat yang kami bisa tapi kami belum siap. Payah memang sangat amat payah menurut kami tapi ..... satu hal yang pasti kami ingin disaat kami kembali 100% kami siap dan kami mampu untuk mengajarkan hal yang lebih baik dan lebih baik selanjutnya, entah sampai kami lelah memberikannya atau sampai umur kami berakhir.
Dari semua hal yang kami sebut “kembali”, satu hal yang pasti, cepat atau lambat, suka atau tidak suka kami pasti akan kembali dan kami akan tetap berjuang dengan segala hal yang kami mampu untuk kembali dan selalu memberikan apapun yang kami bisa berikan. Entah itu hanya sebuah bantuaan kecil, solusi yang kami bisa berikan ataupun dengan kehadiran kami.
Terimakasih untuk tetap setia menunggu kami benar-benar siap dan telah memberikan kepercayaan yang sampai saat ini masih diberikan kepada kami. Kalian hebat!!

Minggu, 21 Desember 2014

Memanusiakan Manusia



Apa yg salah dengan mengungkapkan semua kegundahan kepada orang yang memang berhak mengetahui? Apa yang salah mengakui kesalahan diri sendiri tanpa mengkambing hitamkan orang lain atas semua hal yang telah terjadi? Apa salahnya? Apa yang salah dari semua itu? Kenapa tetap berusaha menjadi pihak yang paling kokoh disini dan enggan mendenggar ataupun melihat pihak lain disini yang hanya menjadi “babu” haha, itulah dunia, sangat lucu dengan segala kehidupan orang lain juga diri sendiri, serta rotasi yang berputar ada orang baik yg akan tetap menjadi baik, orang jahat yang memiliki topeng menjadi baik ataupun sebaliknya.
            Gak salah memang menyalahkan orang lain tapi ... apakah pada realitanya memang seperti itu adanya? Apakah kenyataan dan bukti yang ada seperti itu? Jika ya tolong beritahukan dimana letak kesalahan yang ada, dan jika memang tidak ada tolong beritahukan kembali apa yang salah dari ini semua. Sistem? Kalian? Kita? Atau semua ini yang ada dimata kalian salahkah? Salah jika kami berbicara dan mengaspirasikan pendapat kami? Salahkah? Haha seperti inilah lucunya dunia dimana pemegang kuasa tertinggi selalu berhak dan merasa otoriter dengan keadaan. Jika memang keadaan memnungkinkan tidak masalah namun ... pada kenyataannya hal ini sangat amat tidak sah dimata kami, bukan merasa ingin lebih menang ataupun tidak tapi semua hal harus seimbang, seimbang secara keadilan dimata kami dan tidak pernah ada kata “berat sebelah” untuk eksekusinya.
            Quote dari seorang petinggi “memanusiakan manusia itu sangat diperlukan” bahkan bukan sekedar perlu tapi memang wajib dilakukan. Kenapa? Simple, kita hidup didunia ini tdk sendiri dan saling membutuhkan orang lain tanpa terkecuali maka dari itu bersikap memanusiakan manusia disini seperti saling menghargai kedua belah pihak ataupun lebih. Bukan hanya mendengarkan pendapat satu sama lain tapi juga berlaku sewajarnya seperti berbicara ataupun yang lainnya secara layak dan menjunjung etika, kehormatan dan sopan santun.
Simple realisasinya cukup mendengarkan pendapat ataupun memecahkan permasalah kelompok secara kelompok juga itu lebih dari cukup dan yang lebih lagi saling menghormati sesama.